Mendesak, Paten Padi Merah Putih

JOGJA – Pemerintah diminta segera mematenkan padi dwiwarna (merah dan putih) varietas RI-1 sebelum hak patennya diambil negara lain. Hasil penelitian dan pembudidayaan oleh Tim Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menunjukkan hasil menggembirakan atas dikembangkannya varietas RI-1.

Desakan paten padi merah putih itu disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Rektor UMY Khoiruddin Bashori, dan penemu padi merah putih Adjikoesoemo saat panen padi tersebut di kampus UMY kemarin (14/8). “Beras dwiwarna memiliki kandungan nutrisi bagus dan bisa diproduksi secara masal sehingga dapat dikonsumsi masyarakat. Jika tidak segera dipatenkan atas nama bangsa Indonesia, padi itu bisa dibajak pihak lain untuk kepentingan komersial,” ujar Din.

Harapan untuk mendapat hak paten juga diungkapkan Adjikoesoemo, kerabat Keraton Jogja yang kali pertama menemukan padi merah putih di daerah Prambanan, Jawa Tengah, tahun lalu. “Kalau saya yang mematenkan, ya nggak logis, meski saya yang melestarikannya. Saya tidak punya hak untuk mematenkan padi yang langka ini. Negaralah yang harus mematenkan atas nama melindungi harta kekayaan bangsa,” katanya.

Menurut Adji, luar negeri memiliki kemampuan teknologi lebih maju untuk mengembangkan padi dwiwarna daripada Indonesia. Apalagi, hingga saat ini pola penanaman padi merah putih di Indonesia belum dikembangkan dengan bagus dan masih dalam tahap penelitian.

“Jika lima butir padi dwiwarna telah jatuh ke peneliti luar negeri, habislah kita. Mereka akan mengembangkan padi jenis ini dengan pesat. Karena itu, kami sangat mengharapkan pemerintah segera mematenkan padi ini. Jangan kami yang diminta mematenkan. Selain itu, ke depan perkembangan padi ini akan bagus,” tuturnya.

Din menambahkan, pihaknya akan mendorong pemerintah agar mau mematenkan padi dwiwarna. “Saya akan melakukan pendekatan. Apalagi kayaknya sudah ada lampu hijau dari Wapres Jusuf Kalla. Buktinya, dia mengirimkan SMS ke saya dan mengatakan seharusnya perguruan tinggi memang mampu menghasilkan karya inovatif bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurut Din, UMY harus mengembangkan penelitian tentang padi dwiwarna agar mudah dikonsumsi petani. “Dengan sendirinya, padi akan lestari sampai anak cucu kita. Kalau bisa pada 10 tahun ke depan, padi ini akan mudah ditanam dan dimakan masyarakat,” ujarnya.

Rektor UMY Khoiruddin Bashori mengatakan, pengembangan padi varietas RI-1 dilakukan tim dari Fakultas Pertanian UMY. Hasil penelitian menyebutkan, padi varietas RI-1 belum menunjukkan perkembangan yang positif dari segi pertumbuhan.

“Sedangkan dari segi kandungan gizi, padi varietas RI-1 mengandung protein 13 persen, zat besi 4,6 persen, dan karbohidrat 70 persen. Karena keterbatasan benih, dikembangkan teknik budi daya dengan metode sistem tanam tunggal serta dilakukan secara organik dan hemat air,” kata Khoiruddin. (lai/jpnn)

2 Responses

  1. Salut, untuk padi merah putih !!!
    Apakah padi ini sudah di patenkan ?
    Harapan saya padi ini dapat segera di patenkan dan dapat di konsumsi untuk seluruh masyarakat indonesia.
    Dengan adanya padi merah putih ini, saya yakin, dapat menaikkan rasa nasionalisme kebangsaan bangsa indonesia dengan adanya rasa memiliki milik nenek moyang bangsa indonesia.Dengan nasi yang beda menunjukkan identitas beras kita…..merah putih…jadi kita bisa tau mana yang impor , mana yang engga..

    salut UMY !!

  2. Wuih hebat!!
    Hebat Sekali…
    Tapi sayang kuq lum d patenkan.
    Ayo sgera dipatenkan byar padinya aman..
    hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: