Peluang Pasar dan Khasiat Ubi Jalar

 

UBI jalar adalah makanan pokok warga Yahukimo dan penduduk lainnya di pedalaman Papua. Kelaparan di Yahukimo sebenarnya tdak perlu terjadi jika pemerintah daerah setempat cepat mengantisipasi dan memberi informasi ke instansi terkait. Departemen Pertanian, misalnya, bisa membantu mengembangkan jenis ubi jalar yang lebih berkualitas dengan teknik pengembangan mutakhir.

Ubi jalar sebenarnya sudah banyak dikenal di Indonesia, namun potensinya belum berkembang optimal. Sebagian besar atau 86 persen produksi ubi jalar masih digunakan sebagai bahan pangan, baik sebagai makanan pokok maupun makanan sampingan. Sebagian lainnya telah digunakan untuk pakan dan bahan baku industri, terutama saos.

Diversifikasi pemanfaatan dan peningkatan nilai tambah ubi jalar, antara lain dapat dilakukan melalui pengolahan menjadi bentuk setengah jadi, seperti tepung ubi jalar yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan substitusi terigu (20 persen sampai 100 persen) pada produk roti, kue, dan mi.

Menurut Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian, Banun Harpini, pati ubi jalar juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pangan (soun, bahan pengental, pengisi, pengikat, pemanis atau gula cair), kimia, kertas, tekstil, dan biodegradable plastic.

Namun, diakui oleh Banun, pamanfaatan pati ubi jalar ini belum banyak dikembangkan di Indonesia, seperti halnya di Jepang, Cina, dan Korea Selatan. Ketiga negara ini telah mengembangkan ubi jalar dan memanfaatkannya sebagai tepung yang jika diolah akan menjadi makanan lezat. Industri mi di Vietnam juga sudah menggunakan tepung ubi jalar sebagai bahan bakunya.

Salah satu keunggulan lain ubi jalar yang dagingnya berwarna ungu itu adalah kandungan antosianin yang tinggi. Hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Balitbang Pertanian, menunjukkan, antosianin bermanfaat bagi kesehatan tubuh karena dapat berfungsi sebagai antioksidan, antihipertensi, dan pencegah gangguan fungsi hati.

Di Jepang, ubi jalar warna ungu banyak digunakan sebagai zat pawarna alami untuk makanan, penawar racun, mencegah sembelit, dan membantu menyerap kelebihan lemak dalam darah. Pigmen antosianin pada ubi jalar lebih tinggi konsentrasinya dan lebih stabil bila dibandingkan antosianin dari kubis dan jagung merah.

Pewarna Alami

 

Sudah banyak industri pewarna dan minuman berkarbonat seperti es krim, pie, dan roti menggunakan ubi jalar berwarna ungu sebagai bahan baku produknya. Pengamatan di lapangan menunjukkan, harga ubi jalar yang dagingnya berwarna ungu lebih mahal, bisa mencapai 3-4 kali lipat dibandingkan ubi jalar warna daging putih, kuning, maupun oranye.

Selain jauh lebih aman dibandingkan zat pewarna kimia buatan, penggunaan pewarna dari ubi jalar sekaligus menyehatkan bahkan menjadi penawar racun. Di desa-desa, terutama yang penduduknya masih menggunakan ubi jalar sebagai makanan pokok atau penganan sambilan, jenis ubi jalar ini sangat baik untuk dikembangkan.

Saat ini, Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) Balitbang Pertanian di Malang, Jawa Timur, telah memiliki tiga klon harapan ubi jalar dengan kandungan antosianin tinggi untuk dilepas sebagai varietas. Klon-klon ini adalah MSU 01022-12, MSU 01008-16, dan MSU 01016-19 yang potensi hasilnya tinggi, yakni 20-25 ton per hektare, dengan bahan kering umbi yang tinggi pula atau lebih dari 30 persen.

Ragam produk dari ubi jalar kaya antosianin ini bisa membuka peluang industri-industri yang menggunakannya sebagai bahan baku. Pada akhirnya, penyerapan produksi di petani untuk industri meningkat, dan membuka peluang pasar serta kesempatan kerja. Saat ini hampir semua produk roti, kue, dan mi masih memakai bahan baku tepung terigu yang masih diimpor. Padahal ada ubi jalar yang mudah ditanam dan berkhasiat. (S-26)

3 Responses

  1. Terima kasih atas infonya….. sangat bermanfaat.

  2. artikel yang menarik…

  3. artikel yang menarik…good luck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: